Chief Executive Officer (CEO) BlackBerry John Chen mengemukakan bahwa perushaan tetap perlu dipertahankan. Pria yang menggantikan posisi Thorsten Heins itu juga menepis kabar bahwa perusahaan akan membuang sistem operasi BlackBerry 10 dan beralih ke Android.
Disadur T3, dia juga memperingatkan kepada investor yang mengancam akan ‘menghukum’ produsen smartphone asal Kanada itu jika tidak mengadopsi sistem operasi robot hijau besutan Google.
“Kami tidak akan melompat ke sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan,” ungkap Chen kepada situs CrackBerry.
“Tugas saya benar-benar untuk mencari dan fokus kepada semua hal strategis yang harus dihadapi oleh perusahaan mulai hari ini sampai tiga atau lima tahun mendatang,” lanjutnya.
Sebagai orang nomor satu di perusahaan saat ini, Chen mengaku jika belum memiliki niat untuk mengambil peran penuh waktu. Lebih lanjutnya, ia mengungkapkan bahwa perusahaan masih perlu untuk mencari orang yang benar-benar memahami piranti lunak serta layanan ponsel.
“Saya sedang mencari seseorang yang bisa membantu saya. Tetapi, saya tidak berpikir harus selalu dari orang teknologi,” pungkasnya.
Disadur T3, dia juga memperingatkan kepada investor yang mengancam akan ‘menghukum’ produsen smartphone asal Kanada itu jika tidak mengadopsi sistem operasi robot hijau besutan Google.
“Kami tidak akan melompat ke sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan,” ungkap Chen kepada situs CrackBerry.
“Tugas saya benar-benar untuk mencari dan fokus kepada semua hal strategis yang harus dihadapi oleh perusahaan mulai hari ini sampai tiga atau lima tahun mendatang,” lanjutnya.
Sebagai orang nomor satu di perusahaan saat ini, Chen mengaku jika belum memiliki niat untuk mengambil peran penuh waktu. Lebih lanjutnya, ia mengungkapkan bahwa perusahaan masih perlu untuk mencari orang yang benar-benar memahami piranti lunak serta layanan ponsel.
“Saya sedang mencari seseorang yang bisa membantu saya. Tetapi, saya tidak berpikir harus selalu dari orang teknologi,” pungkasnya.