Laporan terbaru Reuters mengungkapkan bahwa alasan perusahaan asal Kanada itu menolak karena tidak ingin merusak fondasi internalnya.
“BlackBerry tidak menerima tawaran beberapa pihak yang dinilai bisa merusak hubungan dengan pemegang saham, termasuk karyawan, pelanggan, dan pemasok di samping pemegang saham,” ujar sumber dari BlackBerry, seperti dikutip Reuters.
Tampaknya pengambilan langkah itu juga tidak lepas dari ‘trauma’ yang dialami perusahaan beberapa waktu lalu. Sebagaimana diketahui, sebelumnya BlackBerry telah menyetujui kesepakatan dengan Fairfax Financial. Akan tetapi, di tengah jalan ternyata mereka berpisah.
Tak lama kemudian, CEO BlackBerry Thorsten Heins mengumumkan pengunduran dirinya. Di samping itu, baik pemerintah maupun dewan juga masih diselimuti kekhawatiran yang besar jika adanya keterlibatan investor asing di tubuh perusahaan.
Meski demikian, hal yang menarik adalah Micorosft, Apple, dan Lenovo secara terang-terangan telah menunjukkan minatnya untuk membeli kekayaan intelektual dan hak paten dari BlackBerry.