WATERLOO - BlackBerry kembali menuai cerita. Perusahaan asal Kanada itu baru saja mencopot dua eksekutifnya.
Mereka adalah Chief Operating Officer (COO) Kristian Tear dan Chief Marketing Officer (CMO) Frank Boulben. Tak hanya itu pimpinan perusahaan sementara BlackBerry, John Chen juga mengganti Chief Financial Officer (CFO) Brian Bidulka dengan James Yersh.
Sekadar informasi, sebagaimana disitat PCPro, sang CFO baru sudah mengabdi di perusahaan sejak 2008. Sepanjang catatan kariernya, Yash berhasil menduduki posisi penting seperti wakil presiden senior, pengawas, dan kepala kepatuhan.
Polemik juga ditambah lagi dengan pengunduran Roger Martin. Entah apa yang menjadi alasan pastinya, namun pria yang tergabung dalam dewan direksi BlackBerry sejak 2007 juga memilih hengkang dari perusahaan.
Sejumlah perombakan jajaran petingginya itu sengaja dilakukan Chen guna memberi penyegaran terhadap bisnisnya. Ya sejak awal kepemimpinannya, pengganti Thorsten Heins itu sudah mengatakan bahwa dirinya ingin mengubah sistem manajemen internal perusahaan.
Bahkan tak tanggung-tanggung, dia juga mengungkapkan jika tidak segan menyewa orang dari luar perusahaan yang dinilai kompeten. "Saya akan terus menyeleraskan tim manajemen senior dengan struktur organisasi," tutup Chen.
Mereka adalah Chief Operating Officer (COO) Kristian Tear dan Chief Marketing Officer (CMO) Frank Boulben. Tak hanya itu pimpinan perusahaan sementara BlackBerry, John Chen juga mengganti Chief Financial Officer (CFO) Brian Bidulka dengan James Yersh.
Sekadar informasi, sebagaimana disitat PCPro, sang CFO baru sudah mengabdi di perusahaan sejak 2008. Sepanjang catatan kariernya, Yash berhasil menduduki posisi penting seperti wakil presiden senior, pengawas, dan kepala kepatuhan.
Polemik juga ditambah lagi dengan pengunduran Roger Martin. Entah apa yang menjadi alasan pastinya, namun pria yang tergabung dalam dewan direksi BlackBerry sejak 2007 juga memilih hengkang dari perusahaan.
Sejumlah perombakan jajaran petingginya itu sengaja dilakukan Chen guna memberi penyegaran terhadap bisnisnya. Ya sejak awal kepemimpinannya, pengganti Thorsten Heins itu sudah mengatakan bahwa dirinya ingin mengubah sistem manajemen internal perusahaan.
Bahkan tak tanggung-tanggung, dia juga mengungkapkan jika tidak segan menyewa orang dari luar perusahaan yang dinilai kompeten. "Saya akan terus menyeleraskan tim manajemen senior dengan struktur organisasi," tutup Chen.
