Microsoft Indonesia terus mengampanyekan migrasi Windows XP ke Windows 8. Lucky Gani, Business Group Head, Windows Division, Microsoft Indonesia mengungkapkan, Indonesia memiliki pertumbuhan pengguna Windows 8 yang positif.
"Kita salah satu yang memiliki kecepatan growth-nya tinggi. Data GFK, tren pertumbuhan (Windows 8 di Indonesia) menunjukkan growth positif," tutur Lucky di Semarang, Selasa (17/12/2014).
Ia mengatakan, Windows XP dari 2001 seharusnya sudah dihentikkan dukungan update-nya pada 2009. Akan tetapi, karena banyak permintaan, maka diperpanjang hingga 2014.
Ia pun mengungkap strategi untuk mendorong pengguna memakai Windows 8.1. "Bangun awareness. April 2014, sudah tidak ada update untuk Windows XP. Tidak terupdate. Sehingga, mereka harus update atau upgrade OS Windows terbaru," jelasnya.
Untuk sosialisasi migrasi XP ke windows 8 hingga April 2014, Microsoft telah menginformasikan salah satunya melalui media website. Selain itu, pihaknya juga bekerjasama dengan OEM atau vendor PC/notebook. Ada jugfa Microsoft Experience Center.
Contoh migrasi ke OS Windows 8.1 juga pernah dilakukan operator telekomunikasi, Indosat, pada November 2013.
Lucky mengungkapkan, Windows 8.1 memiliki keunggulan, selain munculnya kembali tombol Start, juga mendukung mobility. Sehingga, pengguna bisa bekerja di mana saja. "Connect ke cloud. Ngambil data bisa di mana saja. Device di kantor, di rumah, bisa ter-synchronize," tambahnya.
"Ini yang disasar oleh pengguna korporat. Kompatibilitas printer dan booting lebih cepat. Change managemen-nya enggak terlalu sulit," ujarnya.
Ia mengungkapkan, dari Windows 7, pengguna bisa melakukan upgrade ke Windows 8.1. Sedangkan, apabila pengguna sudah pakai Windows 8, proses menuju Windows 8.1 hanya tinggal menerapkan update.
Ditanya soal piracy atau pembajakan software, Lucky mengatakan bahwa hal tersebut merupakan bentuk pelanggaran hak cipta. Pihaknya akan terus melakukan edukasi bersama dengan OEM serta third party untuk penggunaan software asli (non-bajakan).
"Kita salah satu yang memiliki kecepatan growth-nya tinggi. Data GFK, tren pertumbuhan (Windows 8 di Indonesia) menunjukkan growth positif," tutur Lucky di Semarang, Selasa (17/12/2014).
Ia mengatakan, Windows XP dari 2001 seharusnya sudah dihentikkan dukungan update-nya pada 2009. Akan tetapi, karena banyak permintaan, maka diperpanjang hingga 2014.
Ia pun mengungkap strategi untuk mendorong pengguna memakai Windows 8.1. "Bangun awareness. April 2014, sudah tidak ada update untuk Windows XP. Tidak terupdate. Sehingga, mereka harus update atau upgrade OS Windows terbaru," jelasnya.
Untuk sosialisasi migrasi XP ke windows 8 hingga April 2014, Microsoft telah menginformasikan salah satunya melalui media website. Selain itu, pihaknya juga bekerjasama dengan OEM atau vendor PC/notebook. Ada jugfa Microsoft Experience Center.
Contoh migrasi ke OS Windows 8.1 juga pernah dilakukan operator telekomunikasi, Indosat, pada November 2013.
Lucky mengungkapkan, Windows 8.1 memiliki keunggulan, selain munculnya kembali tombol Start, juga mendukung mobility. Sehingga, pengguna bisa bekerja di mana saja. "Connect ke cloud. Ngambil data bisa di mana saja. Device di kantor, di rumah, bisa ter-synchronize," tambahnya.
"Ini yang disasar oleh pengguna korporat. Kompatibilitas printer dan booting lebih cepat. Change managemen-nya enggak terlalu sulit," ujarnya.
Ia mengungkapkan, dari Windows 7, pengguna bisa melakukan upgrade ke Windows 8.1. Sedangkan, apabila pengguna sudah pakai Windows 8, proses menuju Windows 8.1 hanya tinggal menerapkan update.
Ditanya soal piracy atau pembajakan software, Lucky mengatakan bahwa hal tersebut merupakan bentuk pelanggaran hak cipta. Pihaknya akan terus melakukan edukasi bersama dengan OEM serta third party untuk penggunaan software asli (non-bajakan).
