WATERLOO - Smartphone BlackBerry kabarnya mengalami masa 'sepi' pembeli baru-baru ini. Smartphone asal perusahaan Kanada itu dianggap 'kalah' dengan kompetitornya, platform Microsoft Windows Phone.
Dilansir Ubergizmo, menurut riset IDC, BlackBerry di kuartal ketiga 2013 mengalami penurunan pangsa pasar. Pangsa pasar BlackBerry turun sebesar 1,7 persen dalam lingkupworldwide atau global.
Fairfax Financial Holdings baru-baru ini menyuntikkan dana sebesar USD1 miliar untuk perusahaan asal Kanada tersebut. Meskipun mendapatkan pangsa pasar yang turun, CEO Fairfax Financial Holdings, Prem Watsa percaya dan meyakini bahwa BlackBerry masih bisa mengubah keadaanya saat ini dalam waktu 1,5 tahun.
Ia juga yakin sepak terjang pemimpin baru BlackBerry, John Chen bisa membuat BlackBerry ke arah yang lebih baik. Seperti diketahui, BlackBerry mendapatkan reputasi yang baik dan kuat di pasar ponsel pada masa-masa kejayaannya beberapa waktu lalu.
Seperti Nokia, BlackBerry juga 'jatuh' saat berkompetisi dengan perangkat Android dan iOS. Bedanya BlackBerry dengan Nokia, BlackBerry tetap dengan sistem operasi (OS) besutannya sendiri, sementara Nokia memutuskan untuk mengadopsi platform Microsoft Windows Phone.
Dilansir Ubergizmo, menurut riset IDC, BlackBerry di kuartal ketiga 2013 mengalami penurunan pangsa pasar. Pangsa pasar BlackBerry turun sebesar 1,7 persen dalam lingkupworldwide atau global.
Fairfax Financial Holdings baru-baru ini menyuntikkan dana sebesar USD1 miliar untuk perusahaan asal Kanada tersebut. Meskipun mendapatkan pangsa pasar yang turun, CEO Fairfax Financial Holdings, Prem Watsa percaya dan meyakini bahwa BlackBerry masih bisa mengubah keadaanya saat ini dalam waktu 1,5 tahun.
Ia juga yakin sepak terjang pemimpin baru BlackBerry, John Chen bisa membuat BlackBerry ke arah yang lebih baik. Seperti diketahui, BlackBerry mendapatkan reputasi yang baik dan kuat di pasar ponsel pada masa-masa kejayaannya beberapa waktu lalu.
Seperti Nokia, BlackBerry juga 'jatuh' saat berkompetisi dengan perangkat Android dan iOS. Bedanya BlackBerry dengan Nokia, BlackBerry tetap dengan sistem operasi (OS) besutannya sendiri, sementara Nokia memutuskan untuk mengadopsi platform Microsoft Windows Phone.
