JAKARTA - Yogyakarta pantas berbangga diri. Sepanjang 2013, Kota Gudeg merupakan satu-satunya kota yang mendapatkan dua penghargaan sekaligus dalam bidang pariwisata.
“Ini merupakan prestasi yang akan kita pertahankan. Kami mendapatkan dua penghargaan sebagai The Most Popular Destination di 2013 menurut majalah Venue dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, juga sebagai The Best Achievement dari majalah Travel Club,” kata Tazbir Abdullah, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi D.I. Yogyakarta.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dengan semakin mudahnya akses menuju Yogyakarta, maka kota budaya ini semakin digandrungi para wisatawan lokal maupun asing. “Sekarang ini kan bandara sudah cukup sering melayani penerbangan ke Yogyakarta. Belum lagi penerbangan langsung dari Singapura dan Kuala Lumpur, jelas mempermudah datangnya wisatawan ke sini,” tambahnya.
Ke depannya, Tazbir menekankan akan mulai memfokuskan perhatian kepada pengembangan desa-desa wisata. Di 2014 nanti dia ingin wisatawan juga mulai mengenal kehidupan dan budaya asli Yogyakarta dengan tinggal beberapa hari di desa-desa wisata tersebut.
“Di tahun 2014, kita baru mau akan fokus pada pengembangan desa wisata supaya wisatawan enggak hanya kenal Borobudur, Malioboro, tetapi juga merasakan tinggal di desa wisata,” tutupnya.
“Ini merupakan prestasi yang akan kita pertahankan. Kami mendapatkan dua penghargaan sebagai The Most Popular Destination di 2013 menurut majalah Venue dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, juga sebagai The Best Achievement dari majalah Travel Club,” kata Tazbir Abdullah, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi D.I. Yogyakarta.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dengan semakin mudahnya akses menuju Yogyakarta, maka kota budaya ini semakin digandrungi para wisatawan lokal maupun asing. “Sekarang ini kan bandara sudah cukup sering melayani penerbangan ke Yogyakarta. Belum lagi penerbangan langsung dari Singapura dan Kuala Lumpur, jelas mempermudah datangnya wisatawan ke sini,” tambahnya.
Ke depannya, Tazbir menekankan akan mulai memfokuskan perhatian kepada pengembangan desa-desa wisata. Di 2014 nanti dia ingin wisatawan juga mulai mengenal kehidupan dan budaya asli Yogyakarta dengan tinggal beberapa hari di desa-desa wisata tersebut.
“Di tahun 2014, kita baru mau akan fokus pada pengembangan desa wisata supaya wisatawan enggak hanya kenal Borobudur, Malioboro, tetapi juga merasakan tinggal di desa wisata,” tutupnya.
