industri elektronik, Samsung dilaporkan mencari ranah baru untuk menambah pundi-pundi uangnnya. Berdasarkan dokumen paten yang diajukan, perusahaan telah memiliki teknologi terkait dalam pembuatan mobil hibrid dan listrik.
Persaingan yang semakin ketat di pasar TV dan perangkat mobile mau tak mau menekan pendapatan perusahaan. Dengan landasan ini, Samsung dilaporkan mencari segmen baru, mobil listrik.
“Dunia memasuki mobil listrik, batas antara produsen otomotif dan perusahaan elektronik akan bias,” kata seorang analis dari Daiwa Seurities Jae H. Lee seperti dikutip WJS, Rabu (18/12/2013).
Lee menyebut ketika mobil listrik mulai umum digunakan, maka Samsung tak memiliki banyak kendala untuk masuk ke industry tersebut dan pada akhirnya mampu menuai keuntungan.
Dalam sebuah dokumen pengajuan paten yang terpublikasi melalui Kantor Urusan Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan, perusahaan mengajukan sebuah teknologi yang dibutuhkan dalam membuat komponen untuk mobil listrik. Teknologi itu meliputi komponen ban, mesin, serta papan elekronik yang berfungsi untuk berbagi informasi antara mobil dan pengendara.
“Kendaraan hibrid dan elektrik bisa menekan kerusakan lingkungan dari polusi udara sekaligus mengurangi penggunaan bahan bakar fosil,” tulis Samsung dalam dokumen patennya.
Sementara itu belum diketahui pasti apakah perusahaan akan memutuskan untuk meluncurkan mobil listrik. Sebagai perusahaan yang memiliki core bisnis di bidang teknologi, Samsung memiliki artisan teknologi dan paten, akan tetapi sejumlah paten belum digunakan pada produk komersial.
Persaingan yang semakin ketat di pasar TV dan perangkat mobile mau tak mau menekan pendapatan perusahaan. Dengan landasan ini, Samsung dilaporkan mencari segmen baru, mobil listrik.
“Dunia memasuki mobil listrik, batas antara produsen otomotif dan perusahaan elektronik akan bias,” kata seorang analis dari Daiwa Seurities Jae H. Lee seperti dikutip WJS, Rabu (18/12/2013).
Lee menyebut ketika mobil listrik mulai umum digunakan, maka Samsung tak memiliki banyak kendala untuk masuk ke industry tersebut dan pada akhirnya mampu menuai keuntungan.
Dalam sebuah dokumen pengajuan paten yang terpublikasi melalui Kantor Urusan Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan, perusahaan mengajukan sebuah teknologi yang dibutuhkan dalam membuat komponen untuk mobil listrik. Teknologi itu meliputi komponen ban, mesin, serta papan elekronik yang berfungsi untuk berbagi informasi antara mobil dan pengendara.
“Kendaraan hibrid dan elektrik bisa menekan kerusakan lingkungan dari polusi udara sekaligus mengurangi penggunaan bahan bakar fosil,” tulis Samsung dalam dokumen patennya.
Sementara itu belum diketahui pasti apakah perusahaan akan memutuskan untuk meluncurkan mobil listrik. Sebagai perusahaan yang memiliki core bisnis di bidang teknologi, Samsung memiliki artisan teknologi dan paten, akan tetapi sejumlah paten belum digunakan pada produk komersial.
