CALIFORNIA - Apple boleh saja bangga dengan sistem keamanan sidik jari yang dimilikinya. Namun perusahaan Jarcom Ltd memperkenalkan sistem keamanan pendeteksi wajah untuk membuka akses ke ponsel pintar seseorang.
Perusahaan asal Inggris ini mengklaim bahwa aplikasi bernama FaceCrypt besutannya tak bakal bisa dijebol oleh orang yang tak berkepentingan. Pasalnya smartphone selalu memotret si pemegang ponsel untuk mengenali wajah sang pemilik sebenarnya. Bila wajah yang dipotret oleh ponsel tak dikenali atau bukan pemilik asli, ponsel ini tak akan bisa diakses sama sekali.
Pertanyaan baru muncul, aplikasi ini bisa saja ditipu dengan menggunakan foto pemilik ponsel yang sudah dicetak untuk mengelabui smartphone untuk membuka akses. Namun seperti dilansir dariSoftpedia, aplikasi FaceCrypt ini tak akan berfungsi jika seseorang tak mengedipkan mata di depan kamera. Dengan begitu, tipuan foto yang sudah dicetak tak akan berhasil untuk membuka akses, karena foto tak bisa berkedip.
"FaceCrypt menjawab kebutuhan banyak pihak yang menginginkan sistem keamanan tinggi dengan menawarkan sistem pemindaian biometrik wajah di samping proteksi pola dan password," kata pihak Jarcom.
Aplikasi sistem keamanan ini tersedia di toko aplikasi online Apple App Store dan Google Play Store seharga USD6,99 atau sekira Rp83 ribu (kurs Rp12.010 per USD) untuk versi fitur penuh. Sedangkan untuk fitur yang terbatas FaceCrypt dibanderol dengan harga USD4,99 atau sekira Rp59 ribu.
Perusahaan asal Inggris ini mengklaim bahwa aplikasi bernama FaceCrypt besutannya tak bakal bisa dijebol oleh orang yang tak berkepentingan. Pasalnya smartphone selalu memotret si pemegang ponsel untuk mengenali wajah sang pemilik sebenarnya. Bila wajah yang dipotret oleh ponsel tak dikenali atau bukan pemilik asli, ponsel ini tak akan bisa diakses sama sekali.
Pertanyaan baru muncul, aplikasi ini bisa saja ditipu dengan menggunakan foto pemilik ponsel yang sudah dicetak untuk mengelabui smartphone untuk membuka akses. Namun seperti dilansir dariSoftpedia, aplikasi FaceCrypt ini tak akan berfungsi jika seseorang tak mengedipkan mata di depan kamera. Dengan begitu, tipuan foto yang sudah dicetak tak akan berhasil untuk membuka akses, karena foto tak bisa berkedip.
"FaceCrypt menjawab kebutuhan banyak pihak yang menginginkan sistem keamanan tinggi dengan menawarkan sistem pemindaian biometrik wajah di samping proteksi pola dan password," kata pihak Jarcom.
Aplikasi sistem keamanan ini tersedia di toko aplikasi online Apple App Store dan Google Play Store seharga USD6,99 atau sekira Rp83 ribu (kurs Rp12.010 per USD) untuk versi fitur penuh. Sedangkan untuk fitur yang terbatas FaceCrypt dibanderol dengan harga USD4,99 atau sekira Rp59 ribu.
