Berdasarkan temuan penelitian, beberapa simpanse yang diobservasi di Kenya menunjukkan aktivitas sosial dengan sesama simpanse lainnya. Peneliti mengungkap jaringan sosial atau persahabatan persis manusia.
Dilansir Nzherald, penelitian mengenai kelompok simpanse ini juga bisa memberi gambaran ciri-ciri kepribadian pada hewan yang hidup jutaan tahun lalu.
Peneliti menemukan bahwa fenomena jalinan pertemanan ini tidak hanya pada manusia, tetapi juga simpanse. Peneliti menganggap ada kemiripan pada jalur evolusi, nenek moyang yang sama antara manusia dengan kera.
Peneliti Swiss dan Austria mengatakan, nenek moyang terakhir dari simpanse dan manusia dipercaya hidup enam juta tahun lalu. Peneliti percaya adanya persahabatan antar sesama makhluk hidup pertama di Bumi terjadi pada era nenek moyang simpanse dan manusia.
Peneliti mengamati koloni simpanse di dua kebun binatang Belanda dan menilai ciri-ciri kepribadian hewan tersebut. Hubungan sosial hewan ini diukur dengan kedekatan fisik, misalnya seberapa sering simpanse berada dalam jarak enam kaki dari simpanse lainnya.
Simpanse juga diperhatikan ketika menghilangkan kotoran dan parasit satu sama lain. Tidak hanya itu, peneliti juga mengamati seberapa sering simpanse duduk atau berbaring dengan kontak fisik dengan simpanse lainnya.
Peneliti mengungkapkan, bekerjasama dengan seseorang dari karakter yang sama dapat membangun kepercayaaan. Sementara, persahabatan antara simpanse pemberani membantu ketika mereka mencoba untuk melawan predator.
Dilansir Nzherald, penelitian mengenai kelompok simpanse ini juga bisa memberi gambaran ciri-ciri kepribadian pada hewan yang hidup jutaan tahun lalu.
Peneliti menemukan bahwa fenomena jalinan pertemanan ini tidak hanya pada manusia, tetapi juga simpanse. Peneliti menganggap ada kemiripan pada jalur evolusi, nenek moyang yang sama antara manusia dengan kera.
Peneliti Swiss dan Austria mengatakan, nenek moyang terakhir dari simpanse dan manusia dipercaya hidup enam juta tahun lalu. Peneliti percaya adanya persahabatan antar sesama makhluk hidup pertama di Bumi terjadi pada era nenek moyang simpanse dan manusia.
Peneliti mengamati koloni simpanse di dua kebun binatang Belanda dan menilai ciri-ciri kepribadian hewan tersebut. Hubungan sosial hewan ini diukur dengan kedekatan fisik, misalnya seberapa sering simpanse berada dalam jarak enam kaki dari simpanse lainnya.
Simpanse juga diperhatikan ketika menghilangkan kotoran dan parasit satu sama lain. Tidak hanya itu, peneliti juga mengamati seberapa sering simpanse duduk atau berbaring dengan kontak fisik dengan simpanse lainnya.
Peneliti mengungkapkan, bekerjasama dengan seseorang dari karakter yang sama dapat membangun kepercayaaan. Sementara, persahabatan antara simpanse pemberani membantu ketika mereka mencoba untuk melawan predator.
