CALIFORNIA - Ilmuwan berhasil melakukan pemindaian terhadap fosil mammoth dan menampilkan gambar tiga dimensi (3D). Ini merupakan bagian dari pengarsipan fosil oleh museum terbesar di Amerika Serikat, Smithsonian.
Dilansir Sky, museum Smithsonian menggunakan teknologi pemindaian 3D untuk mendokumentasikan artefak. Dengan demikian, publik bisa melihat fosil maupun artefak melalui internet (online) dalam bentuk 3D.
Proses pemindaian 3D ini melibatkan tembakan laser ke objek dan memetakannya secara menyeluruh. Lamanya proses pemindaian konon bergantung dari ukuran objek yang dipindai.
Adam Metello, petugas yang melakukan pekerjaan digital 3D ini menggunakan laser dan melakukan pemindaian secara manual pada objek. "Saya melukis laser di permukaan itu, mengambil ratusan poin, kemudian ribuan demi ribuan poin dari permukaan yang sudah diukur pada objek," jelas Adam.
Museum Smithsonian kini memiliki tulang mammoth (gajah purba) dalam tampilan 3D. Tidak hanya fosil hewan mamalia raksasa tersebut, tetapi juga fosil dinosaurus dan beberapa fosil paus kuno.
Dilansir Sky, museum Smithsonian menggunakan teknologi pemindaian 3D untuk mendokumentasikan artefak. Dengan demikian, publik bisa melihat fosil maupun artefak melalui internet (online) dalam bentuk 3D.
Proses pemindaian 3D ini melibatkan tembakan laser ke objek dan memetakannya secara menyeluruh. Lamanya proses pemindaian konon bergantung dari ukuran objek yang dipindai.
Adam Metello, petugas yang melakukan pekerjaan digital 3D ini menggunakan laser dan melakukan pemindaian secara manual pada objek. "Saya melukis laser di permukaan itu, mengambil ratusan poin, kemudian ribuan demi ribuan poin dari permukaan yang sudah diukur pada objek," jelas Adam.
Museum Smithsonian kini memiliki tulang mammoth (gajah purba) dalam tampilan 3D. Tidak hanya fosil hewan mamalia raksasa tersebut, tetapi juga fosil dinosaurus dan beberapa fosil paus kuno.
