CALIFORNIA - Perusahaan penyedia layanan instant messaging, Snapchat, meminta maaf pada seluruh penggunanya perihal peretasan dan pengungkapan nomor kontak pengguna yang dilakukan oleh hacker pada malam tahun baru 2014. Snapchat berjanji akan memperbarui aplikasi besutannya dengan meningkatkan beberapa sistem.
Seperti diketahui sebelumnya, Snapchat diretas oleh hacker yang mengungkapkan 4,6 juta nomor kontak dan username penggunanya. Namun pada Kamis waktu setempat, perusahaan mengumumkan akan merilis versi terbaru dari aplikasinya yang memberikan pilihan pada pengguna, terutama meningkatkan sistem pada fitur Find Friends di Snapchat.
"Kami akan merilis versi terbaru Snapchat yang memungkinkan Snapchatters untuk memilih apakah data pribadi termasuk nomor kontaknya akan dihadirkan dalam fitur Find Friends setelah ia mengisi nomor teleponnya dalam formulir registrasi," tulis Snapchat pada blog resminya. "Kami juga meningkatkan pembatasan pencarian dan yang lainnya untuk mengihndari kejadian tak diinginkan di masa yang akan datang," lanjutnya.
Perusahaan yang baru berusia dua tahun ini sebelumnya sempat menebar kontroversi ketika mempublikasikan kode-kode yang sifatnya pribadi dengan menyamakan nama akun pengguna dengan nomor telefon yang ada. Seminggu setelahnya, kecacatan tersebut dieksploitasi oleh hacker dengan menggunakan fitur Find Friends untuk mempublikasikan database berupa nama akun dan nomor kontak 4,6 juta pengguna. Demikian seperti dilansir Mashable, Jumat (3/1/2014).
Seperti diketahui sebelumnya, Snapchat diretas oleh hacker yang mengungkapkan 4,6 juta nomor kontak dan username penggunanya. Namun pada Kamis waktu setempat, perusahaan mengumumkan akan merilis versi terbaru dari aplikasinya yang memberikan pilihan pada pengguna, terutama meningkatkan sistem pada fitur Find Friends di Snapchat.
"Kami akan merilis versi terbaru Snapchat yang memungkinkan Snapchatters untuk memilih apakah data pribadi termasuk nomor kontaknya akan dihadirkan dalam fitur Find Friends setelah ia mengisi nomor teleponnya dalam formulir registrasi," tulis Snapchat pada blog resminya. "Kami juga meningkatkan pembatasan pencarian dan yang lainnya untuk mengihndari kejadian tak diinginkan di masa yang akan datang," lanjutnya.
Perusahaan yang baru berusia dua tahun ini sebelumnya sempat menebar kontroversi ketika mempublikasikan kode-kode yang sifatnya pribadi dengan menyamakan nama akun pengguna dengan nomor telefon yang ada. Seminggu setelahnya, kecacatan tersebut dieksploitasi oleh hacker dengan menggunakan fitur Find Friends untuk mempublikasikan database berupa nama akun dan nomor kontak 4,6 juta pengguna. Demikian seperti dilansir Mashable, Jumat (3/1/2014).
.jpg)